Kunamai saja DUPAMAN
Posted in: Game/Permainan, Kepemimpinan
Pada satu pagi di hari Jumat, ketika lagi memandangi bukit di seberang kantor saya dalam rangka mencari ide untuk mengisi blog ini, tiba-tiba ingatan saya terlintas pada satu acara TV di salah satu televisi swasta, yang membuat saya segera menuliskan ide-idenya di sehelai kertas. Saya tidak akan menceritakan apa yang saya tonton waktu itu, tapi apa yang akan saya jelaskan disini sama dengan yang saya lihat di TV. Bahkan, mungkin kalau ada yang lihat acara Masquerade (tuh kan, jadi cerita) pasti langsung ingat, “O, iya”… atau “O… yang itu”.
Cara memainkan permainan ini:
- Satu tim harus memiliki anggota minimal 20. sebetulnya sih angka ini kira-kira aja, soalnya belum pernah nyobain. Jadi, daripada resiko kenapa-kenapa, lebih baik diperbanyak saja orangnya.
- Tim tersebut kemudian berdiri dan membentuk lingkaran
- Setiap anggota tim kemudian menghadap punggung rekannya masing-masing. Usahakan jarak maksimal antara punggung dan dada adalah sejengkal.
- Kemudian, semua anggota tim harus siap dengan aba-aba dari pimpinannya
- Ketika aba-aba diteriakkan, “Mulai”, atau “Duduk”, atau ditiupkan peluit, serentak masing-masing anggota tim menduduki paha rekan dibelakangnya.
Nah, sekarang ngerti kan kenapa saya namai permainan ini dengan DUPAMAN, alias dudukin paha teman.
Meski belum pernah mempraktekkan permainan ini, saya berkesimpulan bahwa game ini layak dan bagus kalau digunakan dalam training-training dengan tema tim, krisis kepercayaan, membangun trust & respect, serta kepemimpinan. Kenapa…, karena permainan ini tak akan berhasil manakala masih ada keraguan diantara sesama rekan. Selain itu keseragaman gerak juga menjadi penentu keberhasilan permainan ini. Persis seperti yang saya lihat di Masquerade.
Return to: Kunamai saja DUPAMAN
Social Web