Your Ad Here
Share This : POWERkan etika kepemimpinanmu

What is this? From this page you can use the Social Web links to save POWERkan etika kepemimpinanmu to a social bookmarking site, or the E-mail form to send a link via e-mail.

Social Web

E-mail

E-mail It
April 18, 2008

POWERkan etika kepemimpinanmu

Posted in: Game/Permainan, Kepemimpinan, Pengembangan Diri

Suatu ketika mungkin anda pernah menanyakan pada diri anda pertanyan berikut, “apa hubungan antara kekuasaan dengan kepemimpinan?”. Hubungan ini jelas hubungan kausalitas, masing-masing mempengaruhi lainnya. Seorang pemimpin memiliki pengaruh kekuasaan atas orang-orang yang dipimpinnya, dan kekuasaan lebih banyak dimiliki oleh orang-orang yang diberi label pemimpin di dirinya. Bagi para fasilitator, trainer, instruktur, dan yang sejenisnya, sangat menarik untuk mendiskusikan pertanyaan etis ini pada para peserta dalam sesi training. Untuk itu saya mencoba berbagi informasi disini tentang bagaimana mengeksplorasi hubungan antara kekuasaan dan kepemimpinan, dan kemudian menjadi bagian pembelajaran di organisasi kita… kiiita??? Elo kalllee…. Gue mah enggak

Begini langkah-langkahnya:

  1. Sebagai fasilitator, Anda menulis lima huruf P-O-W-E-R di flipchart/whiteboard. *comment: Ingat jangan nulis kecil-kecil, bikin sakit mata… apalagi buat yang kacamata minus*
  2. Minta setiap peserta secara sendiri-sendiri menuliskan tiga kata yang dimulai dengan huruf “p,” yang berhubungan dengan kepemimpinan dan/atau etika. Berikutnya, mereka menuliskan tiga kata dengan huruf “o” yang juga berhubungan dengan kepemimpinan dan/atau etika. Berikutnya mereka melanjutkan sisa huruf lainnya dengan cara yang sama, yaitu huruf “w,” “e,” dan “r.”
  3. Setelah kira-kira 10 menit, minta peserta untuk menentukan dari semua kata itu mana yang terpenting digunakan dalam praktek etika kepemimpinan. Mereka harus menempatkan satu tanda centang (checkmark) di depan kata itu di kertas mereka.
  4. Berikutnya bentuk kelompok per empat atau lima orang. Masing-masing orang nantinya akan berusaha menganjurkan kata yang dipilihnya dan berusaha membujuk yang lainnya bahwa kata ini adalah elemen etika kepemimpinan etis yang paling kritis. Masing-masing kelompok kemudian akan mencoba untuk mencapai konsensus bersama atas satu kata yang paling relevan atau kritis dalam praktek etika kepemimpinan. Paling tidak, setiap anggota kelompok berkesempatan untuk mengeksplorasi aspek-aspek etika kepemimpinan.
  5. Panggil perwakilan dari setiap tim untuk menyebutkan kata yang dipilih dan menulis kata-kata yang muncul di flipchart/whiteboard, dan persilahkan tim tersebut mengomentari apa yang ditulisnya.
  6. Distribusikan lembaran form lain ke seluruh peserta - yang berisi isian seperti yang tertera dibawah -  serta minta peserta untuk menulis Setuju (S) atau Tidak Setuju (TS) di kolom kiri terhadap pernyataan yang muncul di lembar tersebut.
  7. Berikutnya, bentuk kelompok yang berbeda per empat atau lima orang, dan minta peserta pindah ke tempat duduk yang berbeda. Tim kemudian mendapat tugas untuk melengkapi kolom kanan. Minta agar tim mencapai konsensus terhadap pernyataan mengenai kepemimpinan.
  8. Terakhir minta juru bicara dari masing-masing tim menggambarkan dengan singkat proses yang terjadi. Setelah setiap tim selesai, diskusikan bagaimana energi yang dipakai untuk mencapai konsensus bersama dalam tim. Singgung pula bagaimana penggunaan kekuasaan dan pentingnya memiliki pemimpin yang tidak mendominasi atau mengeliminasi yang lain. Diskusikan tentang gambaran di antara beberapa kata seperti “harmoni,” “kerjasama,” “kepemimpinan partisipatif,” “suara yang sama,” dan lain-lain

Nah… begitu “step by step”-nya. Dan untuk memperkaya diskusi, bisa coba diajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Mengapa kata “POWER” membawa arti yang berkonotasi negatif - diluar dari penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi?
  • Pada hal-hal seperti apa yang menurut anda seorang pemimpin seharusnya menikmati penggunaan kekuasaannya?
  • Bagaimana anda mendefinisikan kata “POWER”?

Semoga membantu.

Pribadi                                                                                                      Kelompok

S  TS                                                                                                                S    TS

Tujuan Kepemimpinan adalah mengembangkan pemimpin lain.

S  TS                                                                                                                S    TS

Sebagai salah satu karyawan di dalam organisasi, saya merasa peluang kepemimpinan saya terbatas.

S  TS                                                                                                                S    TS

Sulit melatih kemampuan memimpin pada orang lain karena sebagian besar karyawan hanya tertarik mendapatkan gaji mereka, bukan untuk berkontribusi dalam organisasi.

S  TS                                                                                                                S    TS

Sulit untuk menggunakan gaya kepemimpinan karena orang di atas kami tidak mendengarkan kami.

S  TS                                                                                                                S    TS

Orang yang menggunakan kekuasaan sangat cenderung untuk memiliki ego besar.

S  TS                                                                                                                S    TS

Untuk menjadi pemimpin yang efektif, anda harus mampu bergerak ke arah pembesaran-diri.

S  TS                                                                                                                S    TS

Orang yang bekerja keras untuk menjadi pemimpin utamanya tertarik akan kemajuan karir mereka sendiri.

S  TS                                                                                                                S    TS

Pemimpin itu dilahirkan, bukan dibentuk.

S  TS                                                                                                                S    TS

“Agen Perubahan” adalah satu ungkapan yang dapat diganti dengan “pemimpin.”

S  TS                                                                                                                S    TS

Seorang pemimpin yang baik haruslah seorang komunikator yang baik.

Sumber: The Business Ethics Activity Book-50 Exercises for Promoting Integrity at Work, Marlene Caroselli Ed.D.


Return to: POWERkan etika kepemimpinanmu


Warning: fsockopen() has been disabled for security reasons in /www/freeweb7.com/t/r/a/trainingandgames/htdocs/bahasa/wp-content/plugins/shortstat2/wp-shortstat.php on line 128

Warning: stream_set_timeout(): supplied argument is not a valid stream resource in /www/freeweb7.com/t/r/a/trainingandgames/htdocs/bahasa/wp-content/plugins/shortstat2/wp-shortstat.php on line 129