Your Ad Here
Jendela » Blog Archive » » Perang PELEPA - bagian 1 dari 2 tulisan

Perang PELEPA - bagian 1 dari 2 tulisan

Bayangkan situasi ini:

Anda tidak dapat menutup rasa tegang di dalam diri anda, ketika anda berada di dalam area lapang dan berhadapan dengan orang-orang yang membawa panji-panji dan bendera yang berbeda dari panji-panji dan bendera milik anda dan teman-teman anda. Mata anda tajam menatap segerombolan pasukan yang berada tidak jauh diseberang anda. Napas anda sebentar-sebentar tertahan, karena detak jantung anda semakin mengencang melihat situasi yang sebentar lagi akan berubah menjadi chaos. Urat leher anda menegang, dan menggeram pelan demi mengetahui aba-aba perang sebentar lagi akan diteriakkan. Seluruh perlengkapan perang telah siap digunakan untuk “membantai” musuh anda. Anda sudah seperti William Wallace menjemput musuh-musuhnya, seorang pejuang Skotlandia yang siap merebut kembali tanah airnya dari tangan kerajaan Inggris, seperti yang anda tonton di film “Braveheart”. Tangan kanan anda sedang membawa pedang dari bilah pelepah pisang yang anda siapkan sendiri. Tangan kiri anda menggenggam pegangan tutup baskom plastik. Diatas kepala anda bertengger topi kertas seorang “perwira” yang dibuat hanya dengan menggunakan teknik lipat yang paling sederhana. Dada, punggung, dan perut anda di balut dengan kertas koran yang bagian tengah lipatannya dilubangi sehingga leher anda berada tepat ditengahnya. Genggaman tangan anda yang begitu kuat diselimuti kaos kaki yang -tentu saja- merupakan bagian dari milik anda. Sedetik kemudian terdengar tiupan peluit melengking tanda “pertempuran” dimulai. Dan anda berteriak seperti layaknya William Wallace…

Baiklah, mudah-mudahan anda tidak terlalu serius ketika tahu anda sedang memegang pelepah pisang.

Itung-itung ini juga bisa jadi alternatif pilihan untuk bermain perang-perangan. Jadi gak perlu terpaku harus menggunakan perlengkapan paint ball atau airsoft gun. Selain harga sewanya yang juga mahal gak murah - paling tidak untuk ukuran kantong saya - perang-perangan dengan menggunakan peralatan paint ball atau airsoft gun juga membutuhkan kontrol pengawasan dan juga pemeliharaan yang ekstra. Jadi kalau tiba-tiba senjata paint ball atau airsoft gun tersebut membentur batu atau barang-barang keras lainnya, jangan salahkan instrukturnya kalau kemudian dia men”dor” mencak-mencak pada anda. Kan sudah dibilang barang itu mahal. Sori buat provider paint ball atau airsoft gun. Bukannya mau bikin pelanggan anda kabur. Kali-kali aja ide ini bisa buat refreshing atau pengembangan tema permainan, seperti yang akan saya jelaskan nanti.

Permainan ini juga dapat dimainkan oleh siapa saja tanpa pembatasan umur. Tapi saya sangat merekomendasikan bila tidak dimainkan oleh mereka yang masih berada di usia balita. Kalau sudah di usia BATITA atau BALITA si ga papa. (BATITA=bangkotan tiga puluh tahun, BALITA=bangkotan lima puluh tahun).

Bagaimana cara bermainnya dan apa saja yang diperlukan untuk memainkan permainan ini, silahkan ikuti tulisan berikutnya di blog ini.

[?]
Share This

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.


Close
E-mail It

Warning: fsockopen() has been disabled for security reasons in /www/freeweb7.com/t/r/a/trainingandgames/htdocs/bahasa/wp-content/plugins/shortstat2/wp-shortstat.php on line 128

Warning: stream_set_timeout(): supplied argument is not a valid stream resource in /www/freeweb7.com/t/r/a/trainingandgames/htdocs/bahasa/wp-content/plugins/shortstat2/wp-shortstat.php on line 129